80 Warga Binaan Hapus Tato di Lapas Semarang

Menurutnya, program hapus tato ini sudah berjalan selama dua tahun. Sudah sekitar 5.000 orang yang dihapus tatonya

80 Warga Binaan Hapus Tato di Lapas Semarang

Dadang Kusmayadi

Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Semarang, D Sembiring, yang mewakili Kalapas Dadi Mulyadi, mengapresiasi program hapus tato di LP Kelas 1 Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/01/2020).

Hidayatullah.com– IMS, BMH, Bank Muamalat, BMM, MTT Foundation, dan YBM PLN bekerja sama mengadakan kegiatan hapus tato di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/01/2020).

Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Semarang, D Sembiring, yang mewakili Kalapas Dadi Mulyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap program hapus tato itu.

“Saya mewakili Kalapas menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Kami bangga karena bisa melaksanakan kegiatan positif ini. Penghapusan tato itu sulit dan mahal. Nah, ini gratis,” ungkapnya.

“Warga lapas yang ditato mungkin dulunya iseng saja atau mencontoh idolanya, padahal tidak tahu manfaatnya. Kami tidak memaksa, itu atas kesadaran mereka sendiri,” katanya.

Ari Tri Ochtiasari, Kasi Binkemas mengatakan, “Melihat antusias peserta hapus tato ini, kami berharap semoga kerja sama ini bisa berlanjut,” katanya.

Hadir pada acara tersebut, GM Bank Muamalat Cabang Semarang, Anshar, wakil MTT Foundation Jateng-DIY, Mardiono, amil YBM PLN Jateng-DIY, M Khamdan Kharis. Selain itu, juga hadir koordinator kerohanian Islam Lapas se-Nusakambangan Ustadz Hasan Makarim.

Direktur Islamic Medical Service (IMS), Imron Faizin, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada IMS untuk memberikan layanan hapus tato yang pertama kalinya di Lapas Kelas 1 Semarang ini,” katanya.

“Hapus tato kali ini diikuti 80 warga binaan Lapas, terima kasih kepada mitra kami yang selama ini mendukung kegiatan hapus tato,” imbuhnya.

Menurutnya, program hapus tato ini sudah berjalan selama dua tahun. Sudah sekitar 5.000 orang yang dihapus tatonya. Beberapa Lapas sudah mengadakan kegiatan ini, seperti Lapas Surabaya, Lapas Lampung, Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Lapas Gunung Sindur, dan Lapas Paledang Bogor.

Pada kesempatan itu juga disampaikan tausiyah oleh koordinator kerohanian Islam se-Nusakambangan, Ustadz Hasan Makarim.

Menurut Hasan, betapa pentingnya makna hijrah, karena ada hubungannya dengan Allah Sang Pencipta dan juga hubungan dengan kemanusiaan.

“Hapus tato merupakan salah satu contoh hijrah, dari yang tidak baik menjadi baik. Ini salah satu bentuk taubatan nasuha atas sejarah masa lalunya,” ujarnya.

“Usia kita sangat super terbatas, karena itu pergunakanlah waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Allah,” katanya.

Sebelum acara ditutup dengan pembacaan doa, pengurus Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, secara simbolis menyerahkan al-Qur’an kepada Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Semarang, D Sembiring.

Kegiatan hapus tato ini didukung oleh Bank Muamalat Indonesia, MTT Foundation, Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, BMH, YBM PLN, bmm, JT Clinik, dan Majalah Suara Hidayatullah.*

Rep: Dadang Kusmayadi

Editor: Muhammad Abdus Syakur



Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *