/Aksi Anti ICERD Malaysia Terinspirasi Aksi 212

Aksi Anti ICERD Malaysia Terinspirasi Aksi 212

Aksi 812 ‘terispirasi’ Reuni 212 di Jakarta, 2 Desember 2018 yang bersih dan damai

Hidayatullah.com–Menurut Kepolisian Diraja Malaysia, aksi unjuk rasai 812 hari Sabtu, (08/12/2018, yang diinisiasi kelompok partai oposisi Malaysia, UMNO dan PAS guna mendukung langkah pemerintah Negeri Jiran menolak menyetujui dan meratifikasi konvensi antidiskriminasi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras (ICERD)

Unjuk rasa yang menurut New Straits Times diikuti sekitar 500 ribu orang itu dimulai sejak pukul 10.15 waktu setempat. Mereka berkumpul di Dataran Merdeka dan sempat menunaikan shalat Dzhuhur berjamaah di jalanan yang sudah ditutup sementara. Mereka sempat menyanyikan lagu kebangsaan Negaraku sebelum memulai aksinya.

Aksi 812 berlansung sepekan setelah  Reuni 212 di Jakarta, pada 2 Desember 2018

Saat menuju lokasi, massa membaca Shalawat Nabi Muhammad ﷺ dan memekikkan takbir. Mereka juga meneriakkan yel-yel ‘Tolak ICERD’, ‘Hancur ICERD’ sebagai bentuk penolakan konvensi PBB. Sebagian demonstran membawa spanduk bertuliskan ‘Panjang Umur Ras Melayu.’

Baca: Bela Pribumi Melayu, Rakyat Malaysia Turun Jalan dalam Aksi 812

Najib dan istri bergabung dengan para pengunjuk rasa dari Stasiun LRT Masjid Jami. Kedatangannya disambut meriah pengunjuk rasa.

Aksi 812 berlansung sepekan setelah  Reuni 212 di Jakarta, pada 2 Desember 2018. Semuanya dianggap identik dengan busana serba putih, namun berbeda misi dan tujuannya. Bahkan peserta aksi juga terinspirasi membersihkan sampah berceceran hingga membuat kesan aksi ini bersih.

Baca:  Diperkirakan 7 Juta Massa Reuni 212

Massa 812 yang memenuhi Dataran Merdeka menggelar syukuran ratifikasi Konvensi Internasional Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras (ICERD) yang ditolak oleh Mahkamah Agung Malaysia.

Peserta berinisiatif membersihkan sampah

Aksi berlangsung aman dengan kawalan ketat kepolisian Malaysia (PDRM).

Aksi massa terbesar di Malaysia setelah Pemilu Mei lalu ini digerakkan kelompok Anti-ICERD di antaranya Gerakan Pembela Ummah (UMMAH), Pertubuhan Muafakat Sejahtera Masyarakat Malaysia (MUAFAKAT) dan Sekretariat Kedaulatan Rakyat (DAULAT) yang umumnya pribumi Melayu.

Selain itu ada juga Ormas Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA), Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM) serta Gabungan Pelajar Melayu Semenanjung (GPMS).*

Sumber