/APAKAH DISUNNAHKAN MENANAM TANAMAN DI KUBURAN SETELAH JENAZAH DIKUBURKAN?

APAKAH DISUNNAHKAN MENANAM TANAMAN DI KUBURAN SETELAH JENAZAH DIKUBURKAN?

Penerjemah: Al ustadz Abu Utsman Kharisman

Pertanyaan:

بعد دفن الميت يقرأ بعض الناس من المصحف سورة يس عند القبر ويضعون غرساً عند القبر مثل الصبار ويزرع سطح القبر بالشعير أو القمح بحجة أن الرسول، صلى الله عليه وسلم، وضع ذلك على قبرين من أصحابه. ما حكم ذلك؟.

Setelah penguburan mayit, sebagian manusia membaca surat Yasin dari mushaf di sisi kubur dan meletakkan tanaman di sisi kubur. Seperti kaktus, dan bagian atas kuburan ditanami dengan jelai atau gandum dengan hujjah bahwasanya Rasul shollallahu alaihi wasallam meletakkan di atas 2 kuburan sahabatnya. Bagaimana hukumnya?

💡Jawaban Syaikh Bin Baz rahimahullah:

لا تشرع قراءة سورة يس ولا غيرها من القرآن على القبر بعد الدفن ولا عند الدفن ولا تشرع القراءة في القبور لأن النبي، صلى الله عليه وسلم، لم يفعل ذلك ولا خلفاؤه الراشدون كما لا يشرع الآذان ولا الإقامة في القبر بل كل ذلك بدعة وقد صح عن رسول الله، صلى الله عليه وسلم، أنه قال ((من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد)). خرّجه الإمام مسلم في صحيحه وهكذا لا يشرع غرس الشجر على القبور لا الصبار ولا غيره ولا زرعها بشعير أو حنطة أو غير ذلك لأن الرسول، صلى الله عليه وسلم، لم يفعل ذلك في القبور ولا خلفاؤه الراشدون رضي الله عنهم أما ما فعله مع القبرين اللذين أطلعه الله على عذابهما من غرس الجريدة فهذا خاص به، صلى الله عليه وسلم، وبالقبرين لأنه لم يفعل ذلك مع غيرهما وليس للمسلمين أن يحدثوا شيئاً من القربات لم يشرعه الله للحديث المذكور ولقول الله ــ سبحانه ــ (أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله). الآية، وبالله التوفيق.

Tidak disyariatkan membaca surat Yasin atau surat lain dari al-Quran di atas kuburan setelah atau saat pemakaman. Tidak disyariatkan membaca Quran di kuburan karena Nabi shollallahu alaihi wasallam dan para Khulafur Rasyidun tidak melakukan hal itu. Demikian pula tidak disyariatkan adzan dan iqomat di kuburan. Bahkan semua hal itu adalah bid’ah. Telah shahih dari Rasul shollallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah kami maka tertolak. Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Imam Muslim nya Shahihnya.

Demikian juga tidak disyariatkan menanami tanaman di atas kuburan apakah itu kaktus atau tanaman lain. Tidak pula ditanami dengan gandum atau selainnya. Karena Rasul shollallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukan hal itu di kuburan. Tidak pula dilakukan oleh para Khulafaur Rasyidun –semoga Allah meridhai mereka-.

Adapun yang dilakukan Nabi pada 2 kuburan yang Allah beritahukan kepada beliau bahwa terdapat adzab pada keduanya sehingga beliau menanam pelepah kurma, ini khusus pada beliau shollallahu alaihi wasallam saja, dan khusus untuk 2 kuburan itu saja. Karena Nabi tidak melakukan hal itu pada kuburan lain.

Kaum muslimin tidak boleh mengada-adakan ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuatu yang tidak disyariatkan Allah berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas dan berdasarkan firman Allah:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan untuk mereka bagian dari agama ini yang tidak diizinkan oleh Allah? (Q.S asy-Syuuro ayat 21)

Wa billaahit Taufiq

(hanya dari Allah saja taufiq didapatkan)
(Majmu’ Fataawa Ibn Baaz (5/407))



Sumber