/Bacaan Ayat Kursi, Artinya, Keutamaan dan Manfaatnya

Bacaan Ayat Kursi, Artinya, Keutamaan dan Manfaatnya

bacaan ayat kursi
ilustrasi baca ayat kursi (Pinterest)


Ayat kursi merupakan ayat paling agung dalam Al Quran. Bagaimana
arti dan tafsirnya, serta apa saja keutamaan dan manfaatnya? Berikut ini
pembahasannya.

Ayat kursi yang tidak lain adalah Surat Al Baqarah ayat
255 ini keutamaannya luar biasa, dimulai dari kandungan maknanya. Ia berisi
penjelasan kalimat tauhid yang darinya terumus pendirian dan pegangan seorang
muslim sehingga berani menghadapi segala tantangan hidup.

Bacaan Ayat Kursi dan Artinya

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ
الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا
فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا
بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ
إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ
حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa
ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man
dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa
kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a
kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul
‘adhiim)

Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

ayat kursi arab

Mengapa Disebut Ayat Kursi

Mengapa disebut ayat kursi? Karena di dalam ayat ini ada kata
kursiyyuhu. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir
menjelaskan, makna asal Al Kursi adalah Al ‘Ilmu (ilmu). Oleh
karena itu para ulama disebut juga dengan sebutan al karaasi sebab
mereka adalah orang-orang yang dijadikan pegangan atau sandaran. Ada pula
pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al Kursi dalam ayat
ini adalah keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi tidak ada apa namanya al
kursi
(kursi atau tempat duduk), tidak ada al qu’ud (duduk) dan
tidak ada al qaa’id (yang duduk). Hal ini seperti firman Allah Az Zumar
ayat 67.

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan Al Kursi di sini adalah kerajaan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hasan Al Bashri berpendapat yang dimaksud Al Kursi di dalam ayat ini adalah arsy. Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “yang benar adalah bahwa Al Kursi bukanlah arsy karena arsy lebih besar dari al kursi sebagaimana dijelaskan oleh beberapa hadits dan atsar.

Baca juga: Bacaan Sholat

Keutamaan Ayat Kursi

Keutamaan ayat kursi cukup banyak dan sungguh luar biasa.
Mulai dari kedudukan ayat kursi sebagai pemimpin ayat Al Qur’an, untuk
perlindungan, hingga rezeki dan balasan surga.

Berikut ini beberapa keutamaan ayat kursi yang bersumber
dari sejumlah hadits:

1. Pemimpin ayat Al Quran

لِكُلِّ شَىْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ
الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَفِيهَا آيَةٌ هِىَ سَيِّدَةُ آىِ الْقُرْآنِ
هِىَ آيَةُ الْكُرْسِىِّ

Segala sesuatu itu mempunyai puncaknya dan puncak
Alquran ialah surat al-Baqarah, di dalamnya terdapat sebuah ayat pemimpin semua
ayat al-quran yaitu Ayat Kursi.
(HR. Tirmidzi)

2. Doa mustajabah

Siapa yang membaca ayat kursi lalu berdoa, doanya akan
dikabulkan Allah karena di dalam ayat kursi ada asma Allah yang paling agung,
yakni al hayyu al qayyuum.

اسْمُ اللَّهِ الأَعْظَمُ الَّذِى إِذَا دُعِىَ
بِهِ أَجَابَ فِى سُوَرٍ ثَلاَثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطَهَ

Asma Allah yang paling Agung yang apabila dibaca dalam
doa pasti dikabulkan ada dalam tiga tempat yaitu surat al-baqarah surat
al-imron dan surat Thaha
. (HR. Ibnu Majah)

Tiga ayat yang dimaksud dalam hadits ini adalah Surat Al
Baqarah ayat 255 (ayat kursi), Surat Ali Imran ayat 1-2, dan Surat Thaha ayat
111.

3. Kunci masuk surga

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ
صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ

Barang siapa membaca ayat kursi sehabis setiap sholat
fardhu maka tiada penghalang baginya untuk memasuki surga kecuali hanya mati.

(HR. Thabrani)

4. Ayat yang paling agung

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Ubay
Bin ka’ab, “Ayat kitab Allah manakah yang paling agung?” Ubay menjawab, “Allah
dan RasulNya lebih mengetahui.”

Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam mengulang-ulang
pertanyaannya, maka Ubay menjawab, “Ayat kursi.”

Lalu Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Selamatlah dengan ilmu yang kamu miliki, Hai Abu Mundzir. Demi Tuhan yang
jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya ayat kursi itu mempunyai lisan dan
sepasang bibir yang selalu menyucikan Tuhan yang maha kuasa di dekat pilar
arsy.” (HR. Ahmad)

5. Perlindungan dari jin dan sihir

Dari Abdullah bin Ubay bin ka’ab, ayahnya (Kaab) pernah
menceritakan kepadanya bahwa ia memiliki sebuah wadah besar yang berisi kurma.
Ayahnya biasa menjaga tong berisi kurma itu tetapi ia menjumpai isinya
berkurang.

Pada suatu malam saat ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat
seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak laki-laki berusia baligh. Lalu
Kaab mengucap salam kepadanya. Makhluk itu pun menjawab salam Kaab.

“Siapa kamu, jin atau manusia?” tanya Kaab.

“Aku jin” jawabnya,

“Kemarikanlah tanganmu ke tanganku.”

Makhluk itu mengeluarkan tangannya ke Ka’ab, ternyata
tangannya seperti kaki anjing begitu pula bulunya.

“Apakah memang demikian bentuk jin itu?” tanya Kaab lagi.

“Kamu sekarang telah mengetahui jin. Di kalangan mereka,
tidak ada yang lebih kuat daripada aku.”

“Apa yang mendorong berbuat demikian?”

“Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia
yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.”

“Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan
kalian?”

“Ayat ini, yakni ayat kursi,” jawab jin tersebut.

Keesokan harinya, Kaab berangkat menemui Nabi sallallahu
‘alaihi wasallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi sallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Benarlah apa yang dikatakan oleh si jahat itu.” (HR
Hakim, dikutip Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat kursi)

6. Seperempat Al Quran

Rasulullah pernah bertanya kepada salah seorang lelaki
dari kalangan sahabatnya, “Hai Fulan, apakah kamu sudah menikah?” Laki-laki itu
menjawab, “Belum, karena aku tidak mempunyai biaya untuk menikah.” Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya, “Bukankah kamu telah hafal qul huwallahu
ahad (surat Al Ikhlas)?” Lelaki itu menjawab, “Memang benar.” Nabi sallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “seperempat Al Quran.”

“Bukankah kamu telah hafal qulya ayyuhal kaafirun (surat
Al Kafirun)?” Laki-laki itu menjawab, “Benar.” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “seperempat Al Quran.”

“Bukankah kamu telah hafal idzaa zulzilati (surat al
zalzalah)?” Laki-laki itu menjawab, “Benar.” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “seperempat Al Quran.”

“Bukankah kamu telah hafal idzaa jaa’a nashrullah (surat
an nashr)?” Laki-laki itu menjawab, “Benar.” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “seperempat Al Quran.”

“Bukankah kamu telah ayat kursi (Allahu laa ilaha illa
huwa)?” Laki-laki itu menjawab, “Benar.” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “seperempat Al Quran.” (HR. Ahmad, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan
tafsir ayat kursi)

Baca juga: Sholat Tahajud

7. Kunci rezeki dan jodoh

Hal ini tersirat dari hadits di atas. Ketika seorang
sahabat mengatakan belum menikah karena alasan tidak memiliki biaya, Rasulullah
menyuruhnya membaca surat Al Ikhlas, surat Al Kafirun, surat Al Zalzalah, surat
An Nashr dan ayat kursi.

Siapa yang banyak membaca ayat kursi, insya Allah
dimudahkan mendapatkan rezeki dan mendapatkan jodoh.

8. Pahala mati syahid

Siapa yang rutin membaca ayat kursi setelah sholat
fardhu, ia akan mendapat pahala mati syahid.

من قرأ آية الكرسى دبر كل صلاة كان
الذى يلى قبض روحه ذو الجلال والإكرام وكان كمن قاتل عن أنبياء الله ورسله حتى
يستشهد

Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai sholat,
maka yang akan mencabut nyawanya adalah Allah sendiri dan ia bagaikan orang
yang berperang bersama para nabi hingga mendapatkan mati syahid. (HR. Hakim)

Manfaat Ayat Kursi

Keutamaan-keutamaan ayat kursi di atas sebenarnya sudah
cukup untuk mengetahui betapa ajaibnya ayat kursi. Dengan izin Allah, ayat
kursi menjadi doa perlindungan, kunci rezeki, kunci jodoh, hingga kunci surga.

Selain itu, dua hadits lagi yang menunjukkan manfaat ayat
kursi. Satu hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi. Satu hadits
lain yang cukup panjang, diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Kedua hadits ini menunjukkan manfat ayat kursi. Mari kita
simak intisari hadits-hadits tersebut:

Baca juga: Sholat Dhuha

1. Tak Ada yang Berani Mengganggu

Abu Ayyub sering didatangi jin yang mengganggu dalam
tidurnya. Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam. Maka Nabi bersabda kepadanya, “apabila kamu melihatnya maka
ucapkanlah:

بسم الله اجيبي رسول الله

Bismillah, tunduklah kepada Rasulullah

Ketika jin itu datang, Abu Ayyub mengucapkan kalimat
tersebut dan akhirnya ia dapat menangkapnya. Tetapi jin itu berkata
“Sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi.”

Maka Abu Ayyub melepaskannya. Abu Ayyub datang menghadap
Nabi dan beliau bertanya “Apa yang telah dilakukan oleh tawananmu?” Abu Ayyub
menjawab, “Aku dapat menangkapnya dan ia berkata bahwa dirinya tidak akan
kembali lagi, akhirnya kulepaskan.” Nabi menjawab, “Sesungguhnya dia akan
lagi.”

Abu Ayyub melanjutkan kisahnya: aku menangkapnya kembali
sebanyak dua atau tiga kali. Setiap kutangkap, ia mengatakan, “aku sudah kapok
dan tidak akan kembali menggoda lagi.” Aku datang lagi kepada Nabi dan beliau
bertanya, “Apakah yang telah dilakukan oleh tawananmu?” Aku menjawab, “Aku
menangkapnya dan ia berkata bahwa dia tidak akan kembali lagi.” Maka beliau
bersabda, “Sesungguhnya dia akan kembali lagi.”

Kemudian aku menangkapnya kembali dan ia berkata,
“Lepaskanlah aku dan aku akan mengajarkan kepadamu satu kalimat yang jika kamu
ucapkan niscaya tidak ada sesuatu yang berani mengganggumu yaitu ayat kursi.”

Abu Ayyub datang kepada Nabi dan menceritakan hal itu
kepada beliau. Lalu Nabi bersabda, “Engkau benar, tetapi dia banyak berdusta.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir ayat kursi)

Baca juga: Asmaul Husna

2. Setan Tak Berani Mendekat

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah
memerintahkannya untuk menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba datang seseorang
mengambil sebagian dari zakat yang dijaganya itu. Lalu Abu Hurairah
menangkapnya.

“Sungguh aku akan melaporkan kamu kepada Rasulullah.”

“Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku orang yang miskin dan
banyak anak serta aku dalam keadaan sangat memerlukan makanan.”

Abu Hurairah lantas melepaskannya.

Paginya, Rasulullah bersabda, “Abu Hurairah, apa yang
telah dilakukan oleh tawananmu tadi malam?”

“Wahai Rasulullah, dia mengatakan tentang kemiskinan yang
sangat dan banyak anak hingga aku kasihan kepadanya maka kulepaskan dia.”

“Ingatlah sesungguhnya dia akan telah berdusta kepadamu
dan dia pasti akan kembali lagi.”

Abu Hurairah yakin pencuri itu akan kembali sebagaimana
sabda Nabi. Maka diintailah pencuri itu. Saat ia datang, Abu Hurairah pun
kembali menangkapnya. Paginya, Rasulullah memberitahukan bahwa pencuri itu akan
kembali lagi.

Malamnya, Abu Hurairah kembali mengintai pencuri itu.
Ternyata dia datang lagi lalu mengambil sebagian dari zakat itu. Abu Hurairah
kembali menangkapnya.

“Sungguh aku akan menghadapkan dirimu kepada Rasulullah
kali ini. Untuk yang ketiga kalinya kamu katakan bahwa dirimu tidak akan
kembali lagi tetapi ternyata kamu kembali lagi.”

“Lepaskanlah aku. Aku akan mengajarkan kepadamu beberapa
kalimat yang akan membuatmu mendapat manfaat dari Allah karenanya.”

“Kalimat-kalimat apakah itu?”

“Apabila kamu hendak pergi ke peraduan, maka bacalah ayat
kursi. Sesungguhnya engkau akan terus menerus mendapat pemeliharaan dari Allah
dan tiada setan yang berani mendekatimu hingga pagi hari.” Maka aku lepaskan
dia.

Abu Hurairah pun lantas melepaskannya.

Pada pagi harinya, Rasulullah bertanya kepada Abu
Hurairah. Setelah Abu Hurairah menceritakan semuanya, maka Nabi bersabda,
“Ingatlah sesungguhnya dia percaya kepadamu tetapi dia sendiri banyak berdusta.
Hai Abu Hurairah, tahukah kamu siapa yang kamu ajak bicara selama tiga malam
itu?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak.” Nabi bersabda, “dia adalah setan.”

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 255

Ayat Kursi yang tidak lain adalah Surat Al Baqarah ayat
255 ini dimulai dengan pemberitahuan yang menyatakan keesaan Allah, tidak ada
tuhan yang berhak disembah selain Dia. Dialah yang hidup kekal abadi, tidak
akan pernah mati. Dia terus menerus mengurus seluruh makhluk-Nya, tanpa pernah
lelah dan lalai. Dia juga tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.

Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah.
Segala yang ada di alam semesta ini, di planet dan di galaksi mana pun adalah
milik-Nya. Seluruhnya dalah makhluk Allah dan kepunyaan-Nya.

Sebagai pemilik dan penguasa, Allah kuasa untuk bertindak
sekehendak-Nya dan memberikan pertolongan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Sebaliknya, tidak ada yang bisa memberikan syafaat atau pertolongan kecuali
dengan izin-Nya.

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik apa yang ada
di depan mereka maupun di belakang mereka. Baik dalam pengertian secara harfiah
maupun secara majazi, yakni masa depan dan masa lalu. Allah mengetahui
semuanya.

Sedangkan manusia, pada hakikatnya mereka tidak memiliki
pengetahuan apa pun kecuali dengan kehendak-Nya. Semua pengetahuan dan ilmu itu
dari Allah dan manusia tidak mengetahui sedikitpun dari ilmu Allah itu kecuali
atas kehendak-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Sayyid Qutb dalam Tafsir
Fi Zilalil Quran
menjelaskan, kursi itu identik dengan kekuasaan. Bahwa
kekuasaan Allah itu adalah kekuasaan yang sempurna, meliputi seluruh alam
semesta termasuk langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat untuk memelihara
langit dan bumi itu.

Surat Al Baqarah ayat 255 ini kemudian ditutup dengan dua sifat Allah. Mahatinggi lagi Mahabesar. Dua sifat yang hanya dimiliki Allah Azza wa Jalla dan menunjukkan kesempurnaan-Nya. (Baca juga: Isi Kandungan Ayat Kursi)

Demikian bacaan ayat kursi, artinya, keutamaan dan manfaatnya. Semoga kita semakin mencintainya, suka membacanya, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Sumber