Bagaimana Jalan Meraih Keshalihan | Muslim.Or.Id

Dua faktor meraih keshalihan

Semua kita pasti ingin menjadi orang shalih, juga menginginkan anak keturunan yang shalih. Namun, perlu kita pahami bahwa keshalihan itu tidak bisa diraih kecuali melalui dua jalan.

Pertama, taufiq dari Allah Ta’ala, juga hidayah, pertolongan, bimbingan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala. Karena Dzat yang Maha memberi petunjuk hanyalah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahfi [18]: 17)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَاللّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Allah menyeru (manusia) ke daarussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).” (QS. Yunus [10]: 25)

Berdasarkan ayat di atas, maka hidayah dan keshalihan itu ada di tangan-Nya. Apa yang Allah Ta’ala kehendaki, pasti akan terjadi. Sedangkan yang Allah Ta’ala tidak kehendaki, tidak akan terjadi.

Kedua, usaha manusia, kesungguhan dan kegigihannya untuk meraih keshalihan tersebut. Demikian pula, manusia berupaya untuk menempuh sebab, jalan, dan sarana-sarana untuk meraih keshalihan tersebut.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dua hal ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ

“Bersemangatlah untuk meraih hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Muslim no. 2664)

“Bersemangatlah untuk meraih hal-hal yang bermanfaat bagimu”, yaitu dengan mencurahkan segala upaya untuk mencari sebab-sebab yang bermanfaat dan sarana yang mengantarkan kepada keshalihan. Yang dengannya, seseorang bisa meraih keshalihan dan merupakan sebab untuk mendapatkan hidayah. Misalnya, dengan mendatangi majelis ilmu (pengajian), bergaul dengan orang-orang shalih, dan sebagainya.

“Mintalah pertolongan kepada Allah”, maksudnya, bersandarlah kepada Allah Ta’ala, Engkau meminta pertolongan-Nya, dan senantiasa berharap kepada-Nya untuk memberikan Engkau taufiq dan hidayah, juga untuk meneguhkan hatimu di jalan hidayah. Engkau meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala untuk meraih keshalihan dan bisa istiqamah di atasnya.

Oleh karena itu, hadits tersebut telah mengumpulkan semua kebaikan.

Sumber meraih keshalihan

Kita pun perlu mengetahui dua sumber utama meraih keshalihan, yaitu berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi setiap orang yang mengingatkan dan mendakwahkan keshalihan, agar yang menjadi pegangan menuju ke sana adalah Al-Qur’an dan juga sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’ [17]: 9)

Adapun sunnah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, yang membuat kalian tidak tersesat setelah ada keduanya, yaitu kitabullah dan sunnahku.” (HR. Hakim 1: 172, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2937)

Demikian, semoga bermanfaat.

[Selesai]

***

@Rumah Kasongan, 2 Muharram 1442/ 21 Agustus 2020

Penulis: M. Saifudin Hakim

 

Catatan kaki:

Disarikan dari kitab Shifaatu Az-Zaujati Ash-Shaalihati karya Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, hal. 9-11.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira



Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *