/Gereja Katolik Gelar Beatifikasi 19 Penganut Katolik di Aljazair

Gereja Katolik Gelar Beatifikasi 19 Penganut Katolik di Aljazair

Hidayatullah.com—Gereja Katolik membeatifikasi 19 penganut Katolik yang tewas dalam perang sipil di Aljazair. Ini merupakan pemberkatan pertama semacam itu yang pernah dilakukan di sebuah negara mayoritas Muslim

Dilansir BBC Sabtu (8/12/2018), seremoni itu digelar di kota Oran, sebelah barat ibukota Aljiers, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengatakan dia berharap beatifikasi itu akan “menyembuhkan luka masa lalu dan menciptakan dinamika baru dalam pertemuan dan kehidupan bersama.”

Beatifikasi merupakan langkah pertama menuju pengkudusan menurut ajaran Gereja Katolik. Orang-orang yang dainggap kudus atau suci bisa “disembah” dan dimintai berkatnya oleh jemaat.

Perang saudara di Aljazair tahun 1991-2002 antara kelompok Islam dan pemerintah menewaskan 200.000 orang.

Lima belas yang dibeatifikasi dalam acara itu adalah orang Prancis –tujuh merupakan biarawan dari ordo Trappis dan seorang uskup, dua orang Spanyol dan satu masing-masing berasal dari Tunisia dan Belgia.

Biarawan-biarawan Trapis asal Prancis diculik dari biara mereka yang terletak di selatan ibukota Aljiers pada tahun 1996. Mereka ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian kepala dua bulan kemudian. Kelompok anti pemerintah GIA mengaku sebagai pelakunya.

Cerita para biarawan itu kemudian dijadikan film oleh sineas Prancis dengan judul “Of Gods and Men” yang memenangkan penghargaan Grand Prix dalam festival film di Cannes 2010.

Pria dan wanita Katolik lainnya dibunuh dalam insiden berbeda.

Salah satu yang dibeatifikasi adalah Pierre Claverie, uskup Oran kelahiran Prancis. Dia tewas bersama dengan sopirnya yang bernama Mohamed Bouchikhi. Pria Muslim itu memilih tetap bersama uskup dan membahayakan nyawanya sendiri ketika bom meledak di tempat tinggal tokoh gereja itu. Persahabatan mereka kemudan menjadi tema pertunjukan teater Prancis, Pierre dan Mohamed.

Sebelum dibeatifikasi, pada bulan Januari Paus Fransiskus menyatakan 19 penganut Katolik itu sebagai martir, karena mereka terbunuh akibat kebencian terhadap agama yang dianutnya.*

Sumber