/Hamas Bantah Kesaksian Mubarak Soal Keterlibatan Dalam Penyerangan Penjara Tahun 2011 – Arrahmah.com

Hamas Bantah Kesaksian Mubarak Soal Keterlibatan Dalam Penyerangan Penjara Tahun 2011 – Arrahmah.com

GAZA (Arrahmah.com) – Kelompok Palestina Hamas membantah kesaksian mantan Presiden Mesir Husni Mubarak tentang keterlibatan kelompok itu dalam penyerangan ke penjara pada tahun 2011.

Dalam kesaksian di pengadilan Kairo pada Rabu (26/12/2018), Husni Mubarak mengatakan bahwa sebanyak 800 anggota Hamas bersenjata menyelinap ke Mesir selama konflik tahun 2011.

Kata Mubarak, orang-orang bersenjata tersebut ikut serta dalam serangan ke penjara untuk membebaskan tahanan dari kelompok Ikhwanul Muslimin, Hamas dan Hizbullah.

“Kami dengan tegas membantah kesaksian Mubarak tentang pengiriman 800 pria bersenjata ke Kairo untuk membebaskan tahanan Mesir, Palestina, dan Arab,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, Sabtu (30/12/2018), lansir Middle East Monitor.

Hamas mengecam pernyataan Mubarak dan menyebut bahwa hal itu sebagai upaya untuk menyeret Hamas ke masalah internal Mesir.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, menegaskan kembali komitmennya atas kebijakannya untuk tidak campur tangan dalam urusan negara-negara lain, termasuk Mesir.

Kesaksian Mubarak tersebut datang saat persidangan ulang Muhammad Morsi yang menghadapi tuduhan ikut berpartisipasi dalam penyerangan massal ke penjara pada tahun 2011.

Sesi persidangan pada Rabu (26/12/2018) merupakan pertama kalinya bagi Mubarak dan Morsi bertemu satu sama lain sejak Mubarak lengser dari kekuasaan pada 2011 setelah 18 hari demonstrasi di seluruh negeri.

Morsi terpilih sebagai presiden pada 2012, satu tahun setelah Mubarak mundur.

Namun, setelah satu tahun berkuasa, Morsi kemudian digulingkan dalam kudeta militer dan menghadapi sejumlah tuduhan.

Pasca tergulingnya Morsi pada pertengahan 2013, pihak berwenang Mesir meluncurkan tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat politik, menewaskan ratusan orang dan memenjarakan ribuan pendukung Morsi dan anggota Ikhwanul Muslimin.

(ameera/arrahmah.com)

Sumber