/Kelahiran Nabi Muhammad dan 5 Peristiwa Besar yang Mengiringinya

Kelahiran Nabi Muhammad dan 5 Peristiwa Besar yang Mengiringinya

kelahiran nabi muhammad
ilustrasi pasukan gajah


Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
adalah rahmat agung bagi manusia, bahkan bagi alam semesta. Sebab beliau adalah
rahmatan lil ‘alamin.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam.
(QS. Al Anbiya: 107)

Berikut
ini sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa
besar yang mengiringinya.

Kelahiran
Nabi Muhammad

Rasulullah Muhammad lahir di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Bertepatan 20 April 571 M. Ayahnya adalah Abdullah dan ibunya adalah Aminah.

Rasulullah biasa puasa Senin Kamis. Ketika ditanya tentang hari senin, beliau menjelaskan bahwa itu adalah hari lahirnya.

وَسُئِلَ
عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ
بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau
bersabda: “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau
diturunkannya wahyu untukku.”
(HR. Muslim)

Saat
itu, bahkan hingga masa Islam, Arab belum memiliki angka tahun. Penamaan tahun
diambilkan dari peristiwa besar yang terjadi pada tahun itu. Tahun lahirnya
Rasulullah disebut tahun gajah karena pada saat itu terjadi penyerbuan pasukan
Gajah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Namun pasukan yang dipimpin Abrahah itu
dihancurkan Allah sebelum mencapai Ka’bah.

Saat
Rasulullah lahir, keluar cahaya hingga menerangi istana-istana di Syam. Ibnu Sa’ad
meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku
melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di
Syam.” Imam Ahmad juga meriwayatkan hal senada.

Saat
Rasulullah lahir, ayah beliau Abdullah telah wafat. Ia wafat di Yatsrib (Madinah)
saat diutus Abul Muthalib untuk mengurus kurma di sana.

Setelah
bayinya lahir, Aminah mengirim utusan menemui Abdul Muthalib. Mendengar kabar
gembira itu, Abdul Muthalib datang dengan penuh suka cita. Diambilnya bayi itu
dan dibawahnya ke Ka’bah seraya berdoa kepada Allah.

Jangan
heran jika sebagian orang Mekkah berdoa kepada Allah karena demikianlah ajaran
Ibrahim dan Ismail yang masih tersisa. Hanya saja seiring dengan waktu telah
terjadi banyak penyimpangan hingga pada kondisi kronis menyembah berhala dan
berdoa kepada berhala.

Abdul
Muthalib lantas memberikan nama Muhammad untuk cucunya itu. Nama yang belum
dikenal di Arab dan mungkin belum pernah dipakai oleh siapapun.

Nasab
Nabi Muhammad

Dari
segi nasab (keturunan), Rasulullah adalah orang pilihan. Ia terlahir dari
keturunan pilihan sebagaimana sabda beliau:

إِنَّ
اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ
كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي
هَاشِمٍ

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah di antara keturunan
Ismail, dan memilih Quraisy di antara keturunan Kinanah, dan memilih Bani
Hasyim di antara suku Quraisy. Dan Allah memilihku di antara Bani Hasyim
.
(HR. Muslim dan Ahmad)

Ayah
Rasulullah adalah Abdullah. Ia wafat pada usia 25 tahun. Merupakan laki-laki
terpandang di kalangan Quraisy. Ia putra Abdul Muthalib, pemimpin kaum di
Makkah yang memiliki otoritas pemeliharaan Ka’bah. Abdul Muthalib dikenal
dengan gelar Al Fayyadh (Sang Dermawan) karena kedermawanannya.

Ibu
Rasulullah bernama Aminah. Lengkapnya adalah Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf
bin Zuhrah bin Kilab. Aminah adalah wanita paling terpandang di kalangan
Quraisy. Baik karena nasabnya maupun kedudukannya.

Syaikh
Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri menjelaskan ada tiga bagian nasab Rasulullah
yaitu:

  1. Bagian yang disepakati kebenarannya oleh para pakar
    sirah dan nasab, yakni sampai Adnan
  2. Bagian yang diperselisihkan. Yakni dari Adnan
    hingga Ibrahim ‘alaihis salam.
  3. Bagian yang di dalamnya ada hal-hal yang tidak
    benar. Yakni dari Ibrahim ‘alaihis salam ke atas hingga Adam ‘alaihis salam.

Bagian
pertama dari nasab Rasulullah adalah 22 generasi yang namanya disepakati para
pakar sirah. Yakni Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu
Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr
bin Malik bin An Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin
Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Peristiwa
yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad

Ada lima
peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam. Satu peristiwa besar itu terjadi sebelum Rasulullah lahir dan empat
peristiwa besar lainnya terjadi setelah Rasulullah lahir.

1. Hancurnya
Pasukan Gajah

Seperti
disinggung di atas, Rasulullah dilahirkan pada tahun Gajah. Disebut tahun Gajah
karena saat itu Abrahah membawa pasukan bergajah menyerang Ka’bah.

Abrahah
adalah penguasa di Yaman. Ia membangun gereja besar di Kota Shan’a dengan
maksud agar orang-orang berkunjung ke sana dan mendatangkan pemasukan besar
bagi Yaman. Ia ingin menggeser kedudukan Ka’bah yang selalu ramai didatangi
orang dari seluruh penjuru Arab.

Namun,
bangunan yang megah dan indah itu tak kunjung ramai. Orang-orang Arab tetap
berdatangan ke Makkah untuk mengunjungi Ka’bah yang memiliki nilai historis tinggi.
Terlebih pada musim haji.

Syaikh
Mahmud Al Mishri dalam Sirah Rasulullah menyebutkan, seorang laki-laki
Arab dari Bani Kinanah masuk gereja tersebut dan meletakkan kotoran di dalamnya.
Ini yang memicu kemarahan Abrahah hingga ingin menghancurkan Ka’bah.

Abarah
menyiapkan pasukan dalam jumlah besar. Sebagiannya mengendarai gajah. Dengan sombong
dan pongah mereka bergerak menuju Makkah. Tujuannya hanya satu, menghancurkan
Ka’bah.

Orang-orang
Makkah yang mendengar kabar itu merasakan ancaman besar. Pasukan bergajah itu
bukan tandingan mereka. Bahkan Abdul Muthalib sebagai pemimpin Makkah pun tak
bisa berbuat banyak. Ia menyerahkan perlindungan Ka’bah sepenuhnya kepada
Allah.

Saat
mengetahui 200 untanya dijarah Abarah, Abdul Muthalib menemui Abrahah meminta
untanya dikembalikan.

“Kamu
datang hanya untuk meminta untamu kembali? Lalu bagaimana dengan Ka’bah yang
akan kuhancurkan?” Abrahah keheranan dengan sikap Abdul Muthalib.

“Unta
itu milikku, maka aku memintanya kembali. Sedangkan Ka’bah itu milik Allah,
maka Dia sendiri yang akan melindunginya,” jawab kakek Nabi Muhammad itu.

Abrahah merasa
besar diri karena tak ada yang mampu melawannya. Unta Abdul Muthalib pun
dikembalikan.

Namun
belum sampai di Makkah, datang burung berbondong-bondong dari arah laut. Burung-burung
itu membawa batu-batu panas dan menjatuhkannya ke pasukan Abrahah. Mereka pun
jatuh bergelimpangan. Tewas mengenaskan.

Abrahah tidak
langsung mati saat terkena batu itu. Namun luka parah. Ketika dilarikan ke Yaman,
kondisinya semakin melemah. Dan akhirnya tewas dengan dada terbelah dan
jantungnya keluar.

2.
Keluar cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad

Peristiwa
yang tak kalah ajaib adalah keluarnya cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad. Cahaya
itu keluar dan menerangi ke arah istana-istana di Syam.

Jika
peristiwa gajah diabadikan Allah dalam Surat Al Fil, keluarnya cahaya ini
diriwayatkan Ibnu Sa’ad dan Imam Ahmad.

Ibnu Sa’ad
meriwayatkan bahwa Aminah ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku
melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di
Syam.”

Imam
Ahmad juga meriwayatkan dari Al Irbadh bin Sariyah dengan riwayat yang hampir
sama.

Peristiwa
ini memberikan isyarat bahwa kelak agama Islam yang dibawa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam akan sampai ke Syam yang saat itu masih di bawah
kekuasaan Romawi. Dan kita kemudian bisa melihat sejarah, Syam menjadi negeri
muslim. Baitul Maqdis dibebaskan pada masa khalifah Umar bin Khattab. Bahkan Damaskus
menjadi ibu kota khilafah Bani Umayyah. Dan hingga saat ini Suriah, Lebanon dan
Palestina menjadi negeri-negeri muslim.

3. Runtuhnya
14 balkon istana Kisra

Runtuhnya
14 balkon istana Kisra saat kelahiran Nabi Muhammad ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi.
Seakan memberi isyarat bahwa nantinya Persia akan jatuh.

Dan
ternyata benar, Persia akhirnya jatuh. Peperangan terakhir yang kemudian disusul
dengan jatuhnya Persia adalah perang qadisiyah.

4.
Padamnya api yang biasa disembah majusi

Peristiwa besar lain yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad adalah padamnya api yang biasa disembah Majusi. Peristiwa ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Seakan memberi isyarat bahwa nantinya banyak orang Majusi masuk Islam.

Di
kemudian hari, banyak orang majusi masuk Islam. Salah satunya yang paling
terkenal adalah Salman Al Farisi.

5. Runtuhnya gereja di Buhairah

Runtuhnya gereja di Buhairah setelah ambles ke tanah ini juga diriwayatkan Al Baihaqi sebagaimana dua peristiwa sebelumnya. Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri mencantumkannya di Ar Rakhiqul Makhtum. Namun riwayat ini diperselisihkan.

Berbeda dengan peristiwa pasukan gajah dan keluarnya cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad, yang keduanya disepakati para ulama.

Demikian sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa besar yang mengiringinya. Serta nasab beliau yang mulia. Semoga semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

> Sirah Nabawiyah sebelumnya: Arab Sebelum Islam

Sumber