/Khutbah Idul Fitri – Internalisasi Ibadah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial

Khutbah Idul Fitri – Internalisasi Ibadah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial

Oleh: H. Azi Ahmad Tajudin, SHI, M.Ag

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 9 X
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا , لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي جعل اليوم عيدا للمسلمين وحرم عليهم فيه الصيام وأنزل القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان , نحمده ونشكره على كمال احسانه وهو ذوا الجلال والإكرام.
أشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد وهو يحيي ويميت, وهو حي لا يموت وهو بكل
شيئ قدير. واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده . وأصلى وأسلم على القائد والقدوة محمد بن عبد الله وعلى آله وأصحابه وذريتاته ومن دعا الى الله بدعوته ومن جاهد في سبيل الله حق جهاده ومن تبعه بإحسانه الى يوم الدين. أما بعد : فيأيها الناس إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون !

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah

Tiada kata yang pantas kita ucapkan di hari yang suci ini, kecuali untaian puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan keni’matan kepada kita yaitu ni’mat iman dan Islam. Kedua ni’mat itulah yang tak ternilai harganya dibandingkan dengan gemerlapnya kesenangan dunia yang menipu, hingga kita dapat menahan hawa nafsu menjalankan serangkaian amaliyah ibadah di bulan Ramadhan dengan sempurna sampai menghantarkan kita menuju hari kemenangan yaitu idul fitri.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad saw., sahabat, keluarga serta para pengikut setia yang membela ajarannya. Semoga Allah swt. berkenan menerima ibadah saum, sujud tilawah dan doa’doa yang senantiasa kita panjatkan sepanjang bulan ramadhan. Aamîn Yaa Mujîb al-Sâilîn.

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah.

Tak terasa satu bulan penuh Ramadhan menyertai hari-hari kita. Pada bulan yang mulia ini setiap kumandang azan maghrib menjadi panggilan istimewa dinanti-nanti kehadirannya sebagai pertanda berbuka puasa. Tadarus al-Qur’an menghiasi kehangatan malam-malam di bulan ramadhan dari setiap sudut masjid dan musholla. Kegembiraan anak-anak, orang tua serta remaja terpancar dalam raut wajah mereka menyambut kumandang adzan isya memenuhi masjid dan musholla untuk menunaikan shalat Isya dan tarawih dengan gegap gempita. Pintu-pintu masjid senantiasa terbuka siang dan malam dengan setia menanti para pencari ampunan dosa dengan i’tikaf dengan landasan takwa.

Senyum dan canda tawa anak-anak yatim, fakir miskin dan dhuafa menyertai mereka menyambut hari kemenangan idul fitri dengan ceria penuh gembira meninggalkan rasa duka dalam dari mereka. Itulah gambaran suasana ramadhan yang benuh berkah baru saja meninggalkan kita. perasaan sedih dan senang menyatu dalam diri kita; sedih karena harus berpisah dengan bulan Ramadhan dan senang karena kita dapat bertemu dengan hari kemengangan yaitu Idul Fitri. Semoga Allah swt. dapat mempertemuakan kembali dengan bulan Ramdhan pada tahun-tahun berikutnya, Amiin Yaa Rabbal Aalamiin..

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah.

Sudah menjadi sunnatullah dalam setiap pertemua ada perpisahan, begitupun saat ramadhan tiba, maka kepergiannya menjadi keniscayaan yang tak dapat terelakkan lagi. Itulah siklus kehidupan yang senatiasa datang dan pergi. Ada kehidupan ada kematian. Ada siang ada malam, dan begitu seterusnya roda kehidupan terus berjalan dan berputar mengitari kehidupan manusia, sebagai mana firman Allah dalam al-Qur’an Surat ali Imran: 140.

…وتلك الأيام نداولها بين الناس وليعلم الله الذين آمنوا ويتخذ منكم شهداء والله لا يحب الظالمين

Artinya: “ … kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada, dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim.” (QS. Ali ‘Imran [3] : 140).

Pelajaran berharga dari siklus kehidupan adalah kita tidak boleh berhenti untuk beramal soleh sebab waktu akan terus berputar dan hakikat kehidupan adalah lembaran-lembaran kematian yang harus sentiasa diikat oleh amal soleh. Ramadhan hanya sekadar mengingatkan tentang makna kehidupan untuk meraih sebanyak-banyaknya amal soleh yang kita tanam selama kesempatan hidup ini Allah berikan pada kita. bukankah Allah telah menegaskan bahwa tugas utama mansuia hidup adalah untuk beribadah kepada Nya.

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah.

Setiap kepergian bulan Ramadhan sesugguhnya meninggalkan pelajaran berharga bagi kita, Ramadhan tidak butuh tangisan sesaat yang hanya dijadikan ratapan dan nostaligia tanpa dampak yang membekas dalam kehidupan kita. proses pembiasaan ibadah ramadhan hilang seketika ditelan waktu seiring dengan kepergiannya. Kebisaaan dan suasana ruh ramadhan seakan pergi begitu saja dalam kehidupan seorang muslim tanpa meninggalkan pesan yang hakiki dalam setiap ucapan dan tindakannya. Kondisi inilah yang senantisa dikhawatirkan oleh baginda Rasulullah saw.

حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ أُسَامَةَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَكَمْ مِنْ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar dari Usamah dari Sa’id dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalat malamnya selain bergadang semata.” (HR. Ahmad – 9308)

Bulan Ramadhan diibaratkan seperti madrasah yang idealnya dapat membentuk serta melahirkan sosok kepribadian seorang muslim yang saleh; baik secara vertikal yaitu hablum minallah maupun horizontal yaitu hablum minanaas. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai pendidikan Ramadhan nyaris belum dapat terininternalisasi dalam kehidupan nyata seorang muslim. Hal ini terlihat dalam pola interaksi kehidupan sosial yang masih jauh dengan kondisi ideal yang diharapkan dari pelaksanaan ibadah ramadhaan yaitu terciptanya kepribadian seorang muslim yang sejati.

Seorang muslim yang ideal akan selalu memperhatikan ikatan antara dirinya dengan Allah dan juga ikatan antara dirinya dengan sesama manusia. Seorang muslim yang melaksanakan ibadah Ramadhan, idealnya ia dituntut mewujudkan nilai-nilai ibadah Ramadhan dalam kehiduapan nyata ketika ia berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Internalisasi nilai-nilai ibadah Ramadhan sebagai media pembentukan kepribadian seorang muslim harus tercermin dalam sikap sosial berikuti ini:

Internalisasi nilai-nilai Saum dalam kehidupan sosial yaitu:

1. Seorang muslim harus menjaga lisannya dengan ucapan yang tidak menyakiti orang lain, menjaga makanannnya dari hal-hal yang subhant dan haram. Internalisasi ibadah saum akan senantiasan menjaga kesetahan tubuhnya dari setiap ancaman makanan dan minuman yang akan membahayakan kesehatannya, bukan malah sebaliknya yaitu merusak kesehatan dengan menghisap zat beracun yang mengandung nikotin kedalam tubuhnya.

2. Menjaga serta memelihara lingkungannya dengan cara Membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon sebagai upaya untuk menjaga lingkungan dari bahaya banjir dan penyimpan cadangan mata air.

3. Membiasakan budayakan antri sebagai wujud disiplin dan menghargai orang lain

4. Mematuhi peraturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan baik diri sendiri atau orang lain

5. Membudayakan disiplin dan kerja keras dengan cara berusaha dan berkreasi dengan tangannya sendiri dan menjauhi berbelas kasih meminta uluran tangan orang lain

6. Mengendalikan emosi dan hawa nafsu dalam situasi dan kondisi apapun yang dapat mengundang dan menyulut emosi kita

7. Konsisten dalam memegang teguh ajaran Islam kapan saja dan dimana saja berada

8. Silaturrahim sebagai wujud keimanan kita kepada Allah

9. Membiasakan berbagi dan peduli terhadap sesama

10. Membelanjakan harta di jalan Allah dengan Zakat, Infak dan sedekah

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah.

Internalisasi nilai-nilai Tadarus dalam kehidupan sosial yaitu:

1. Metode tadarus mengajarkan konsep hidup tentang kesadaran (i’tiraf) akan kelemahan diri dan menerima saran dari orang lain. Secara tidak sadar, metode ini telah mengajarkan seseorang agar bersifat rendah hati dan tidak sombong, serta menumbuhkan sikap berbagi ilmu dengan orang lain.

Setiap untaian huruf-huruf hijaiyah yang merangkai menjadi ayat dan surat, seluruhnya akan bernilai palah bagi pembacanya. Selain itu, ayat-ayat al-Qur’an akan menuntun dan membimbing pembacanya menuju jalan yang lurus jika dipahami dengan baik isi kandungannya.

2. Metode tadarus mengajarkan konsep kejujuran dan amanah pada pembacanya. Setiap pembaca akan diingatkan oleh Allah swt. melalui ayat-ayat al-Qur’an yang sedang dibaca. Artinya siapapun yang membaca ayat al-Qur’an dalam halqah tadarus, maka ia tidak bisa mengelak dari semua peringatan dan hukum Allah tanpa kecuali, sehingga ayat-ayat al-Qur’an harus dibaca seluruhnya tanpa memilah dan memilih berdasarkan kesenangan nafsu belaka, baik secara terpaksa atau dengan sukarela. Pembaca akan melewati ayat-ayat hukum yang seringkali dilupakan atau sengaja disembunyikan seperti ayat jihad, ayat Qishash, ayat waris, ayat riba dan beragam ayat lainnya.

3. Metode tadarus mengajarkan konsep persamaan (equality) di depan al-Qur’an. di hadapan al-Qur’an semua sama, ia tidak memandang kedudukan sosial seseoarang. Siapapun yang membaca al-Qur’an, maka ia harus mengikuti aturan yang berlaku. Selain itu, setiap peserta tadarus memiliki hak dan kewajiban yang sama yaitu memberi dan menerima ilmu (take and give).

4. Metode tadarus mengajarkan budaya gemar mempelajari al-Qur’an. membaca al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan tahap awal bukti kecintaan seorang muslim terhadap al-Qur’an. pada fase berikutnya, wujud kecintaan itu akan menumbuhkan keinginan untuk mempelajari arti dan isi kandungan ayatnya secara mendalam agar bacaan al-Qur’an tidak hanya terhenti dalam lisan saja, namun ia akan terinternalisasi dalam hati dan perbuatan. Jika al-Qur’an sudah bersinergis antara lisan, hati dan perbuatan, artinya itulah hakikat konsep ‘membumikan al-Qur’an’,jika al-Qur’an belum bersinergis dengan gerak langkah perbuatan kita, itu artinya al-Qur’an masih bersifat konsep yang belum teraktualisasikan secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah.

Internalisasi nilai-nilai I’tikaf dalam kehidupan sosial yaitu:

Membiasakan terikat dengan masjid sebagai media utuk mendekatkan diri pada Allah swt. serta upaya menghidarakan hati dari kesibukan duniawi yang akan melupakan kita kepada Allah swt. Budaya i’tikaf sesungguhnya mengingatkan kaum muslimin tentang urgensi fungsi masjid sebagai pusat peradaban kaum muslimin. Sebagaimana Rosulullah saw. Memfungsikan masjid sebagai pusat pemerintahan yang berfungsi mengatur segala urusan politik sosial, ekonomi dan budaya bertolak dari masjid.

ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD

Maasyirol Muslimin Ramimakumullah

Demikianlah internalisasi ibadah Ramadhan dalam kehidupan sosial yang harus diwujudkan dalam kehidupan kaum muslimin. Mengingat kaum muslimin akan bangkit dan meraih kemulian hanya dengan Islam, sebagaimana kemuliaan yang telah diraih oleh para pendahulu kita pada zaman Khulafa al-Rasyidin. Mudah-mudahan kita istiqamah dapat menjaga terus semangat dan nilai-nilai ramadhan dalam kehidupan kita. Pada akhirnya di hari yang suci ini marilah kita menundukkan kepala dan menghadirkan hati kita untuk memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

اللهم صلى وسلم على سيدنا وحبيبنا وكريمنا ومولنا محمد وسلم ورضي الله تبارك عن كل صحابة رسول الله اجمعين آمين يا رب العالمين…
اللهم اغفرلنا ولوالدينا وارحمها كما ربيانا صغارا. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريت مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات
اللهم اختم لنا شهر رمضان برضوانك وأجرنا من عقوبتك ونيرانك واجعل مآلنا إلى جنتك
اللهم أعد علينا رمضان أعواما متتالية وارزقنا الزهادة فى الدار الفانية وارفع منازلنا فى جنة عالية
اللهم اجعلنا ممن قبلت صيامه وقيامه وغفرت زللة وإجرامه ووفقته لطاعتك فاستعد لما أمامه, اللهم ارزقنا الإستقامة على دينك فى كل زمان, فى رمضان وفى غير رمضان
اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه فى قلوبنا وكره الينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذهديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
ربنا آمنا بما أنزلت واتبعنا الرسول فاكتبنا مع الشاهدين
ربنا اغفرلنا ولإخواننا الذين سبقوانا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا انك رءوف رحيم
ربنا لا تؤاخذنا ان نسينا او أخطأنا ربنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربنا ولا تحملنا مالا طاقة لنا به واعف عنا واغفرلنا وارحمنا انت مولنا فانصرنا على القوم الكافرين
ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Ya Allah Ya Tuhan Kami, Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, Ibu-bapak kami dan berilah kasih sayang pada keduanya, sebagaimana mereka telah mendidik kami diwaktu kecil

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim ampunilah segala dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mukminat baik mereka yang masih hidup ataupun telah mati, Yaa Allah Engkau Maha Mendengar rintihan doa hamba-Mu dan Engkau Maha dekat dalam mengabulkan doa-doa kami.

Yaa Saamii..jadikanlah perpisahan kami dengan bulan Ramadhan atas ridho-Mu, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka-Mu serta tempatkanlah kami kedalam surge-Mu.

Yaa Bashir…pertemukanlah kerinduan kami dengan Ramadhan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya dan karuniakanlah kepada kami kesempatan untuk bersungguh-sungguh dalam beramal di bulan ramadhan dan angkatkanlah kami dalam derat yang mulia di sisi-Mu yaa Ghafuur.

Yaa Basiith… terimalah amal ibadah kami, Puasa kami, ruku-sujud dan tilawah kami dan ampunilah kelalaian kami dan berilah kekuatan kepada kami agar dapat melaksanakan semua amanah yang kau bebankan pada kami, dan tetapkanlah kami untuk senatiasa beristiqamah menjalankan perintah-Mu ya Allah..

Yaa Allah berikanlah kepada kami lezatnya iman, dan hiasilah hati kami dengan iman, tumbuhkanlah kebencian terhadap kekufuran dan kemaksiatan dan jadikanlah kami sebagai orang yang mendapat petunjuk.

Yaa Rabb, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakannlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia

Yaa Tuhan Kami, Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.

Yaa Tuhan Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Yaa Tuhan Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun Maha Penyayang.

Yaa Allah, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan, Yaa Tuhan kami janganlah Engkau bebani kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada Orang-orang sebelum kami.

Yaa Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami Engkaulah pelindung kami maka tolonglah kami mengahadapi kaum yang kafir. Walhamdulillahi rabbil a’lamin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

[]

Sumber