/Mendoakan Turun Hujan dan Turun Hidayah Di Malam Tahun Baru Masehi

Mendoakan Turun Hujan dan Turun Hidayah Di Malam Tahun Baru Masehi

“Malam tahun baru
masehi

Ada yang medoakan
agar turun hujan lebat

Adapun kami,
mendoakan agar turun hujan dan juga turun hidayah

Kepada sadara
kami seiman”

Sebagian ada yang
mendoakan agar turun hujan lebat di malam tahun baru

Agar mereka
tercegah dari kemungkaran melanggar syariat terkait tahun baru masehi

Adapun kami
mendoakan agar juga turun hidayah kepada mereka semua

Hidayah agama
yang mengantarkan pada ketenangan sejati dan kebahagiaan dunia-akhirat

Semoga saudaraku
semua mendapatkan hidayah dari Allah

Catatan:

Karena rasa cinta
kepada saudara seiman, kita berharap agar mereka tidak terjerumus dalam
berbagai kemungkaran di malam tahun baru masehi. Kita diperintahkan “membantu
orang dzalim” dengan cara berusaha mencegah kemungkaran dan kedzalimannya
(termasuk dzalim terhadap diri sendiri)

Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا
أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang
berbuat zalim dan yang dizalimi.”

فَقَالَ رَجُلٌ يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ
ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ : تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ،
فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

Kemudian ada seseorang
bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu
cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya
.”
(HR. Bukhari
& Muslim)

Sebagai rakyat
jelata, kita hanya bisa mengingkari di dalam hati saja.

Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ
اْلإِيْمَانِ

“Barangsiapa di antara
kalian yang menyaksikan suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan
tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, maka jika ia tidak mampu
dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Kita berikan
nasehat, karena sebagian saudara kita sedang dirundung musibah dan kesedihan. Ada
yang baru saja terkena bencana alam. Tidak layak kemudian bersenang-senang,
terlebih dengan menghambur-hamburkan harta, yang lebih baik harta tersebut
disumbangkan kepada saudara kita yang terkena bencana atau kesusahan.

Tujuan dakwah
adalah menghendaki kebaikan kepada saudara seiman, tidak layak kita berdakwah
dengan cara yang kasar dan tidak hikmah serta malah mendoakan kejelekan pada
saudara kita. Misalnya:

“Semoga turun
hujan lebat atau tsunami agar mereka semua binasa dan dimatikan di atas
kemaksiatan yang jadi kebiasan mereka.”

Tapi kita doakan
mereka agar mendapatkan hidayah sebagaimana kita pun sangat ingin mendapatkan
kebaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya,
sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”.(HR. Bukhari & Muslim)

Demikian semoga bermanfaat

@ Perum PTSC,
Cileungsi, Bogor

Penyusun:
Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com



Sumber