/Syabab Hidayatullah Jatim Adakan Jambore Bela Negara

Syabab Hidayatullah Jatim Adakan Jambore Bela Negara

“Sangat berbahaya, bila generasi muda Muslim tidak peduli dengan persoalan bangsa. Negara ini bisa hancur, sebab generasi pelanjutnya tidak menyiapkan diri dengan matang”

Syabab Hidayatullah Jatim Adakan Jambore Bela Negara

Khairul Hibri

Jambore Bela Negara yang diadakan Syabab Hidayatullah Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatullah, Probolinggo

Hidayatullah.com– Animo tingginya minat generasi muda untuk hijrah, menjadi penekanan tersendiri oleh Kabid Dakwah dan Sosial Hidayatullah, Jawa Timur, Ridho Suripto.

Hal itu disampaikannya, ketika memberi sambutan pada pembukaan ‘Jambore Bela Negara,’ Syabab Hidayatullah Jawa Timur, yang bertempat di kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Probolinggo (11/10/2019).

“Fenomena ini harus disambut oleh Syabab Hidayatullah,” gugahnya.

Ustadz Ripto, begitu sosok itu akrab disapa, menuturkan, bahwa hal itu menjadi mementum penting bagi generasi muda untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Untuk itu, harapnya, Syabab Hidayatullah harus hadir. Mengambil bagian dalam membimbing para Sahabat Hijrah, yang setiap hari terus bertambah.

“Buatlah program-program yang akan mendukung proses hijrah sahabat-sahabat kita itu,” usulnya.

Karena itu, mantan Ketua DPD Hidayatullah Jember ini, sangat mengapresiasi program pengadaan klinik hapus tato, yang diinisiasi oleh pengurus Syabab Jatim.

“Program itu sangat tepat. Karena tidak sedikit para Sahabat Hijrah itu ingin hijrah total. Termasuk menghapus tato yang melekat di badan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Syahri Sauma, ketua Syabab Jawa Timur, menggugah para peserta Jambore, untuk memiliki kepeduliaan dalam persoalan kebangsaan.

Hal ini penting, karena mengingat, di tangan pemuda inilah masa depan bangsa akan diserahkan.

“Sangat berbahaya, bila generasi muda Muslim tidak peduli dengan persoalan bangsa. Negara ini bisa hancur, sebab generasi pelanjutnya tidak menyiapkan diri dengan matang,” ujarnya.

Menguatkan pandangannya, pengarang buku ‘Dai dan Prostitusi’ itu mengutip pernyataan bapak Proklamator Indonesia; Ir. Soekarno.

“Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter, kalau tidak dilakukan bangsa Indonesia akan menjdi bangsa kuli,” gugahnya dengan nada tinggi.* (Khairul Hibri)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur



Sumber