/Tidak sekedar Menisbatkan Diri pada Manhaj Salaf

Tidak sekedar Menisbatkan Diri pada Manhaj Salaf

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah berkata:

فاحذروا منهم يا عباد
الله، ولا تكتفوا بمجرد الانتساب، ولا تكتفوا بالتعالم بدون تعلم، تلقي العلم عن
العلماء المعروفين به، والعلماء المستقيمين على الطريق الصحيح، تجنبوا هذه الطرق
المنحرفة التي حذرنا الله منها: (وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ
عَنْ سَبِيلِهِ) سبيل الله سبحانه وتعالى، صراط الله.

“Hendaklah berhati-hati wahai hamba Allah. Janganlah
mencukupkan diri dengan SEKEDAR MENISBATKAN diri dengan manhaj salaf. Janganlah
MENAMPAKAN DIRI tahu tanpa proses belajar. Pelajarilah ilmu dari ulama yang
telah diketahui ilmunya dan dari ulama yang berada di atas jalan (manhaj) yang
benar.” [Manhajus Salaf As-Shalih hal. 14]

Dari penjelasan
beliau terdapat beberapa poin:

1. Manhaj salaf
bukan sekedar mengklaim saja tetapi ilmu dan amal. Tidak bijak apabila hanya menisbatkan
diri pada salafi (salafi), tetapi ilmu, amal dan adabnya JAUH dari para salaf. Malas
menuntut ilmu di majelis ilmu, malas beramal dan adab rusak (kasar dan lisan
pedas) tentu bukan contoh dari pada salaf. [1]

2. Menghindari “tampil
seolah berilmu” tanpa proses belajar. Termasuk dalam hal ini adalah berkomentar
banyak tentang masalah agama (apalagi di sosmed) padahal berlum berilmu,
terlebih ilmu-ilmu uhsul seperti bahasa Arab, ushul fikh, ushul tafsir dan
lain-lain.[2]

3. Agar belajar
menuntut ilmu dari ustadz dan ulama yang jelas ilmu dan manhajnya. Menerima kebenaran
dari siapa saja, tetapi ketika menuntut ilmu harus pilih-pilih guru.[3]

Catatan kaki: untuk
ilmu selengkapnya silahkan baca tulisan kami

Demikian semoga
bermanfaat

@ Lombok, Pulau
Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com



Sumber