Wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Di Ghadir Khum

WASIAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DI GHADIR KHUM

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para Sahabatnya serta para pengikutnya yang tetap setia mengikuti jejak beliau sampai akhir zaman.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan segenap kasih sayang pada umatnya, banyak menyampaikan wasiat untuk menjadi pegangan dalam mengarungi kehidupan. Namun demikian, mungkin masih ada dari kaum muslimin pecinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pecinta keluarga beliau serta pecinta para Sahabat yang belum mengetahui wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ghadîr Khum.

Penulis dengan segala keterbatasan, pada kesempatan ini berusaha untuk saling berbagi ilmu mengenai wasiat tersebut. Dengan ilmu, diharapkan kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk menjauhinya.

Ya Rabb, tambahkanlah untukku ilmu, dan karuniakanlah kepadaku pemahaman, âmîn.

Buku yang ada di hadapan pembaca ini akan mengulas tentang kejadian yang melatarbelakangi wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ghadir Khum dan bagaimana memahami kandungan wasiat tersebut.

Penulis merasa terpanggil untuk ikut serta dalam upaya perbaikan, “Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan semampuku. Tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.”

Melihat kenyataan pahit tentang kondisi umat, kita harus tetap optimis dan berusaha untuk menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang mendapatkan hidayah dan menjadi penyebab dan perantara agar saudara-saudara kita juga mendapatkan hidayah.

Ya Allah berilah hidayah dalam hal-hal yang kami perselisihkan berupa kebenaran dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada siapa pun yang Engkau kehendaki… âmîn.

Tidak ada gading yang tak retak, penulis meminta kepada para pembaca untuk memberikan saran, masukan dan kritik yang membangun atas tulisan ini. Semoga Allah menjadikan buku ini sebagai ilmu yang bermanfaat sekaligus sebagai amal jariyah yang terus mengalir untuk penulis, keluarga penulis, editor, saudara-saudara yang memberi saran dan kritik yang membangun, serta siapapun yang memiliki andil dalam menyebarluaskan tulisan ini, agar pahala terus mengalir meskipun kita telah wafat dan terbujur di dalam kubur, âmîn.

Terakhir, penulis ucapkan terimakasih kepada kakak-kakak pembimbing, teman-teman, dan adik-adik yang telah memberikan saran, masukan serta kritik atas tulisan ini sebelum dipublikasikan. Semoga Allah membalas kebaikan mereka, menjadikan amalan mereka dalam timbangan kebaikan di hari ketika tidaklah bermanfaat harta maupun anak kecuali yang menemui Allah dengan hati yang selamat.

Cirebon, 19 Dzulqa’dah 1441 H / 11 Juli 2020M
Fariq Gasim Anuz

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
DAFTAR ISI
GHADIR KHUM
SEBELUM BERWASIAT
WASIAT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
AL-QURAN PEDOMAN HIDUP
MEMULIAKAN AHLU BAIT
MAN KUNTU MAULÂHU FA ALIYYUN MAULÂHU
BERSAMA SURAT AL-MAIDAH AYAT 67
UNTUK ULIL ALBAB YANG JUJUR
HIKMAH DIAKHIRKANNYA ALI SEBAGAI KHALIFAH
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

[Disalin dari Buku WASIAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DI GHADIR KHUM, Penulis Fariq Gasim Anuz]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *